Minggu, 22 Februari 2026

Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Aksi Nyata Iman Katolik

Haloo teman-temann semuaaa!! Aku mau ngasih tau nihh sekarang disekolah aku anak-anak kelas 9 sedang menjalankan ujian praktik, salah satunya kami ditugaskan untuk menanam kangkung. Nah dari kegiatan menanam kangkung ini aku bukan hanya belajar menanam nya saja, tetapi aku jadi banyak belajar untuk bertanggung jawab, menggali kesabaran, serta menumbuhkan rasa syukur selama proses penanaman. Ohh ya Kangkung juga mudah ditanam serta dijadikan masakkan, karena tanaman ini cepat tumbuh, mudah didapat, dan sering dimasak di rumah. Dengan menanam kangkung sendiri, aku juga belajar bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, tindakan kecil ini adalah bentuk nyata kepedulianku untuk merawat bumi sebagai rumah bersama yang telah Tuhan percayakan kepada kita semuaa.


Pada hari pertama aku dan anak-anak kelas 9 lainnya menyiapkan pot, tetapi untuk tanah, pupuk, dan benih disediakan oleh bapak guru agama aku. Tanah yang aku gunakan adalah campuran tanah Lembang, pupuk kompos dan sekam bakar agar tanaman nya nanti menjadi lebih subur. Setelah itu aku mulai mengambil sedikit benih dan mulai menanami benih nya serta menyiraminya dengan air campuran pupuk. Pada hari-hari selanjutnya aku selalu menjumpainya serta menyiraminya pada pagi hari atau siang hari. Dari yang tadinya masih menyerupai benih yang kecil, hari-hari selanjutnya pun terus bertumbuh menjadi tanaman yang banyak sekali manfaatnya bagi tubuh kita. Serta melihat tanaman kangkung yang semakin hari semakin tinggi serta daunnya yang semakin lebat pun membuatku merasa bangga dan bersyukur.


Selama merawat kangkung ini juga aku masih mengalami tantangan-tantangan, karena pada awalnya aku hanya menaburkan bibit nya terlalu dikit jadi yang tumbuh tidak selebat itu, setelah aku menyadari itupun aku memintanya lagi kepada bapak guru agama ku dan menanamnya lagi disela-sela tanaman yang sudah tumbuh didalam potku. Beberapa hari kemudian, tunas-tunas baru mulai bermunculan dan pada akhirnya mereka tumbuh secara berdampingan dengan tanaman yang sudah tumbuh lebih awal. Dari atas pot pun aku bisa melihatnya mereka semakin hijau dan rimbun. Pemandangan yang aku liat sekarang ternyata bembuat aku tersadar bahwa kegagalan kecil bukanlah akhir, melainkan kesempata untuk mencoba lagi dengan lebih teliti kedepannya.

Pengalaman ini mengajarkan ku bahwa kesabaran benar-benar dibutuhkan dalam setiap proses. Tanaman kangkung ini tidak akan bisa dipaksa juga untuk tumbuh lebih cepat, aku juga belajar disiplin karena harus menyiraminya dan memperhatikannya setia harii. Saat beberapa batang sempat layu namun masih ada yang lainnya yang tetap tumbuh disekelilingnya. Akuu jadi belajar arti tentang ketekunan dan tidak mudah menyerah. Aku jugaa menyadari ada hubungan saing membutuhkan dari aku merawat tanaman agar hidup, dan dari tanaman itu aku punn belajar banyakk sekali hal tentang kehidupan.

Dari pengalaman sederhana ini juga memperdalam imanku. Dalam Kitab Suci tertulis, "Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu" (Kejadian 2:15). Ayat ini mengingatkanku bahwa manusia dipercaya untuk menjaga ciptaan Tuhan. selain itu juga, dalam perumpamaan tentang penabur dikatakan bahwa benih yang jatuh di tanah yang baik akan menghasilkan buah yang berlipat ganda (Matius 13:23). Dari situ juga aku mengerti bahwa pertumbuhan baik itu tanaman maupun iman membutuhkan tanah yang baik, perawatan yang baik, serta kesungguhan hatinya.


Dari proses menanam kangkung ini, aku belajar bahwa hal kecil bisa membawa pelajaran yang besar. Mulai dari menabur benih, menggu tunas tumbuh, menghadapi kegagalan, hingga melihat tanamanku menjadi hijau dan juga rimbunn, semuanya mengajarkanku tentang kesebaran, tanggung jawab, dan ketekunan. Dari kegiatan sederhana ini membuatku jadi lebih menghargai alam dan menyadari bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus kita jagaa.

Tuhan yang Mahabaik, terima kasih atas benih, tanah, air, dan matahari yang Engkau sediakan. Terima kasih atas pelajaran kesabaran dan tanggung jawab melalui proses menanam ini. Bimbinglah aku agar selalu menjaga dan merawat bumi sebagai rumah bersama yang Engkau percayakan. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gerbang Logika

  Gerbang Logika Haii teman-teman semuaa!! Pada kesmptan kali ini aku akan memberi tau kalian semua tentang Gerbang logika. Nah gerbang logi...